judul post kali ini agak2 kelabu, tapi jangan tertipu dulu. tulisan ini bukan tentang cerita-cerita patah hati atau rencana mutung ga karuan gara2 gagal malem mingguan. tulisan  ini gue dedikasikan untuk sebuah album dari band indie indonesia kesayangan gue: pure saturday.

*

tujuh tahun kamerad! perlu tujuh tahun sejak mereka mengeluarkan album terakhir (elora, 2005) untuk membuat satu album lagi. bahkan tidak memperbaiki rekor hiatus mereka sebelumnya (red. jarak album utopia dengan elora 6 tahun, 1999-2005). gue bahkan ga menghitung album kompilasi lagu terbaik mereka yang keluar di tahun 2007, time to change time to move on, selain karena cuma menyertakan 2 lagu baru dan daur ulang lagu lama. tujuh tahun yang bikin kangen, sekaligus bikin dendam.

rindu-dendam itu seharusnya terlampiaskan ketika kemarin pure saturday membuat konser peluncuran album the grey concert namun fortuna masih jauh berpihak ke gue. gue keabisan tiket dan malem itu gue jaga rumah sakit. gue cuma bisa menitip cd album baru sama temen gue dan berharap bisa mengambil darinya secepat mungkin. jancuk. sepanjang malem gue galau mencaci tiap kicau tentang konser tersebut yang muncul di linimasa gue. sekali lagi jancuk.

menunggu satu malam itu lama kamerad, jadi jangan berpikir untuk menunggu mantan/pacar/gebetan lama-lama kecuali kamu mau bunuh diri pelan-pelan. ga pernah gue seseneng itu menerima cd dari orang lain, dan ga pernah gue orgasme telinga seklimaks itu akibat mendengarkan , paling tidak setelah terakhir kali gue merasakannya lewat album coldplay rush of blood to the head.

ada yang berbeda dengan album ini, ada yang berbeda dengan pure saturday secara keseluruhan. sepuluh lagu terdengar lebih segar, lebih eksperimentaal, lebih unortodoks, dan lebih cerah meskipun judulnya grey album. seperti mengukir optimisme baru, dengan cara pure saturday tentunya. dan semuanya termaktub dalam kesepuluh lagu.

**

intro > ga pernah kepikiran sama sekali album ini akan dibuka oleh alunan musik klasik

horsemen > organ dengan tune spooky + gebukan drum yang progresif akan mengingatkan kalian dengan yes, band glam rock era 80-an akhir

lighthouse > lagu yang kalian akan jatuh cinta padanya sejak mendengarkan intronya. gimana bisa ga kebawa gloomy dengar riff dan petikan gitar kang arief khas ps? signature pure saturday song.

musim berakhir > ini bukan lagu pure saturday. ini lagunya white shoes and the couples company, yang dicover gaya iyo. baik dari lirik hingga aransemen, salah satu lagu yang gue dengarkan berulang-ulang di album ini

starlight > lagi, ditulis satu lagu dengan pola classic rock, somekind of vanhalen-esque i suppose?

utopian dream > sebuah ballad dengan satu gitar pengiring? kenapa tidak? lengkingan rekti seperti melanjutkan teriakan yang ingin dia keluarkan di midnight mosque song. dengarkan liriknya dan untuk mendalami lagu yang satu ini.

the air the empty sky > another subterranean tune to bridge the next song passepartout

passepartout > passe partout adalah bahasa perancis yang artinya pergi kemana saja. sejauh ini lagu paling dark di album ini, seriously, meskipun tidak segelap labyrinth, dan meskipun sebenernya ini adalah lagu tentang cinta :]

to the edge > tadinya gue kira ini lagu radja, tapi 2 detik langsung memastikan bahwa shuffle itunes gue ga salah.

albatros > albatros adalah puncak eksperimen mereka di album ini. terbagi menjadi 3 bagian, lagu  dibuka dengan killer line “to have a better life, fire will always be mine”. candle lit and moonshine dibawakan setenang jazz dengan alunan flute dan redaman organ hanya untuk menyongsong teriakan pemberontakan setelahnya. embrace adalah bagian yang paling revolusioner, kapan lagi ps main led zeppelin? dengerin! sedangkan dream a new dream adalah coda yang tenang. sounds like earth wind and fire + genesis + led zeppelin, masterpiece indeed.

***

daripada bingung cuma baca blogpost kurang jelas ini, mending beli ndiri langsung albumnya, cuma 35k di toko cd besar atau distro terkemuka di kota lo. okeh?

the grey album

logika perut rakyat

April 3, 2012

“gerakan massa dengan skala besar yang sifatnya spontanitas, tidak akan terjadi kecuali kepentingan perut rakyat terganggu” (tian, 2008)

***

gue kembali teringat kalimat yang senior gue ucapkan ketika ada temen gue yang ngomentarin demo bbm dengan nyinyir, “ngapain sih demo? kuno kampungan, lagian juga bbm ‘cuma’ naik 1500. bisa laaah dicover.” menohok.

ada beberapa nikmat yang kita semua #kelasmengengahngehe dan #kelasmenengahbetulan bisa nikmati yaitu makan terjamin meskipun harga sembako naik dikit, bisa beli baju di itc cempaka mas atau zara biar cuma diskon dikit, atau galau-galauan di twitter. kedengerannya sepele tapi itu semua tokh cuma sepersekian penduduk republik indonesia yang bisa kayak gitu.

sekarang lo bayangin sebuah kelas dimana penghasilannya antara 1200/hari (gaji terendah yang pernah gue denger dari bincang2 gue dengan seorang kuli petani) sampe upah minimal regional yang 40000/hari. yang buat makan hari itu aja mereka ga kejamin. harga naik 200 perak per barang aja buat mereka beban, apalagi kalo yang naik merata semua komoditas gara-gara bbm naik 30%?

sialnya kelas masyarakat seperti itu ga punya kekuatan untuk melakukan lobi, ga cukup cerdas untuk berhimpun, ga bisa ngapa2in karena makan aja mereka susah. ya mereka cuma bisa berharap ada orang lain yang membela mereka. dulu pada buruh, tani, mahasiswa yang satu bendera. sekarang siapa? #kelasmenengahngehe?

***

sedikit banyak kalimat tersebut mempengaruhi pola pikir dan sikap gue. seberapapun galaunya gue ternyata gue masih termasuk orang yang beruntung yang masih bisa mikin hari esok tanpa pusing duit bakal abis untuk biaya ini-itu, atau sederhananya, gue masih bisa makan.

dan ketika berbicara tentang kebijakan pemerintah, berpikirlah untuk mereka yang ga sanggup membela diri, berpikirlah dengan logika perut rakyat

oke, javajazz 2012 mungkin tidak semeriah java jazz taun lalu (selain karena faktor taun ini gue dateng tanpa pasangan ya *sigh*), tapi tetap salah satu festival musik yang layak diapresiasi. java jazz festival tetaplah tonggak festival musik internasional di Indonesia.

awalnya gue ga berencana datang, karena sir paul mccartney batal datang dan geng kodol ga ada yang mau dateng. namun seperti biasa nikmat tuhan datang dari tempat yang tidak diduga-duga, gue dapet gratisan (lagi :p) invitation dari bni, lengkap daily pass dan dua special show pat metheny dan herbie hancock. ini artinya udah 5 kali gue dateng java jazz dengan tiket gratisan, dari total 8 penyelenggaraan, bless the lord:)

dan berangkatlah gue ke gelaran ini, pagi-pagi buta (baca: jam 4 sore) untuk mengejar depapepe, hanya untuk pulang juga pagi-pagi buta setelah special show herbie hancock. biar kamera gue yang cerita meriahnya festival ini.

**

"mantaafu" dan "baguuusu":p nicely done depapepe:)

i never miss ron carter, since his first appearance in java jazz. here he comes with juilliard jazz quartet

eerste tijd in Indonesië, welkom trijntje oosterhuis:)

ah yes, i never got bored of dave's performance

another solo guitar

versus

again, this time involving the bassist

ah yes, you can't miss tony monaco as well

and my bittersweet last stage, g-pluck beatles, before i decided to dance unorthodoxly into their music

last but not least, here's me with this mega-microphone-esque lad promoting standup comedy indonesia

**

that’s all me lad, hope the next java jazz will be much better (read: in terms of person whom i watch this festival with :p).  see the rest of the album here

menakar kesabaran

Maret 3, 2012

dek, tau ga apa ruangan dengan suhu paling panas di seantero rsud di seluruh indonesia? naah bukan tempat parkir, apalagi instalasi kremasi laah. tempat itu adalah instalasi gawat darurat, tanpa terkecuali rs tempat gue bekerja. ya emang ga bisa dipungkiri, selain emang natuur-nya yang harus serba druk, igd rsud bisa dibilang meeting point orang-orang yang tersisih dari tumpulnya pelayanan kesehatan di indonesia – mereka ga punya pilihan untuk berobat ke rs swasta (yang jauh lebih baik, di indonesia tentunya).

lo bisa aja berhadapan dengan pasien bigot yang entah gara-gara emang goblok ato emang iq-nya jongkok. ahya, gue jadi inget waktu itu gue dibentak-bentak pasien di igd diliatin semua orang, dan gue hanya bisa membalas dengan nada tertahan karena ga mungkin gue mem-bitch slap pasien itu.

gue inget banget pasien itu kolokan dan guling-guling di lantai mengeluh hampir mati, padahal dengan analgetik semi-opiat oral dan parenteral yang dikasih oleh dokter spesialis sebelumnya bahkan lebih dari cukup untuk menahan nyeri akibat kanker, apalagi cuma sekadar nyeri orchitis. tapi akhirnya pasien tersebut memaki-maki semua orang di igd, dan akhirnya mengadu ke ketua komdik gue pelayanannya payah, padahal apeu deh. gue diabisin petinggi rumahsakit, nama gue hitam.

oh, atau lain waktu ketika gue berhadapan dengan anggota dewan yang dagunya ndangak setinggi plafoon. tipe orang yang setiap kali diminta untuk kooperatif langsung mendengus membesarkan gelarnya sendiri yang merupakan anggota dewan perwakilan daerah yang terhormat. hahaha. sampe gue harus ngasih resep dan kuitansi bercap pgot untuk si bapak itu. sambil menghela napas saja.

atau waktu harus kejar-kejaran sama pasien dengan perdarahan dalam abdomen. ya, ngerti maksud gue kejar-kejaran ga? telat sedikit lo ngasih terapi, lo bisa ngeliat pasien dari pink jadi pucet sampe akhirnya jadi seputih bulan. atau mungkin ketika lo harus merujuk pasien lansia gawat pada tengah malam gara-gara kamar penuh, pake jaminan dan ga ada yang nganter pula.

ah sudahlah terlalu banyak pergolakan emosi ruang tempat gue kerja ini. setiap saat lo mesti level up kemampuan bersabar lo, hingga level dewa. kalo lo cuma mau kaya sambil menutup mata dan ngelihat ndelik ke bawah mending jauh-jauh aja, kita ga butuh orang-orang seperti itu.

lo yakin masih mau jadi dokter?

***

insyaAllah.