berjaga

Juli 14, 2016

kami bersenyum di tengah senda gurau kalian,
yang di tempat hangat dan dekat sentuh keluarga
yang kami tatap layar telepon genggam
empat mata mengharap ada bapa

kami berjingkat di tengah tidur kalian,
yang di tempat tenang dan sunyi pekat
yang kami tiup dalam terompet kerja
roda brankar bergemeratak

tidak ada ave maria ini malam
tidak untuk mujur yang kadang alpa
maka peluk-peluklah kami yang terikat sumpah
kalian tahu; dalam dada kami
rindu penuh umpah

(malam lebaran, 2016)

Iklan

ghazal pertama

April 13, 2011

bagai roti dari mesir sajakku
malam berlalu dan roti itu tak termakan lagi olehmu
lahaplah disaat masih segar baru
sebelum dilekati debu
tempatnya adalah dalam hangat iklim hati
di dunia, karena dingin ia pun mati
bagai ikan gemetar ia sejenak di tanah kering
sebentar kemudian kau lihat ia pun dingin

bagai roti dari mesir cintaku,
malam berlalu dan roti itu tak terkecap lagi olehmu
walau kau makan seakan membayangkan baru
yang berlalu adalah milik abu
yang kamu serap lahap hanyalah bayang anganmu
jadi cerita tak berbalas, cintaku

****

jadi ceritanya gue lagi membuka buku usang penuh dengan catatan harian masa lampau. dan sekonyong-konyong muncullah ghazal pertama jalaluddin rumi. sekali membaca berhasil membuat gue merinding. tiga kali baca berhasil membuat gue pingsan. tanggal tertulis

ironis. mari kita loncat tebing bersama.

lampu dan bangku taman

tengah kehampaan malam
lampu taman seperti karasel berpendar
di tengah karnaval tanpa suara
aih, hatiku terikat balon-balon udara
melayang tapi tak terlepas
cerita ingin keluar jadi suara
kata ingin menjelma jadi jeritan
tapi di mana letak keberanian itu?
dingin mencengkram nadiku,
bangku menjadi makhluk yang
siap menerkam dari bawah
udara di antara kita bertiga
menghabisi hangat perlahan
di tengah kekosongan,
kesendirian mendekap mesra
kita menari di atas nelangsa

******

gw temukan di secarik kertas waktu bebersih kamar..
ga bertanggal, kayaknya gw tulis pas jaman2nya gw mellow-mellow busuk deh hehe.. mo digimanain ya? yasudahlah..
jadi ya daripada ga diapa2in mending gw post, selamat membaca hehe

negeri para bedebah

Mei 17, 2010

Negeri Para Bedebah
Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

(http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/11/02/83361/KRISIS-KPK-Negeri-Para-Bedebah)

—————————————————————

ditulis oleh Adhie Massardi (semoga nulis namanya bener ya mas,) mantan juru bicara presiden era Gus Dur alm. yang gw rasa puisinya akan selalu menjadi simbol perjuangan era post-reformasi – seperti halnya puisi-puisi chairil anwar yang membakar semangat republiken di medio 40-an, atau puisi taufiq ismail di tumbangnya orde lama. selamat membaca dan menikmati, terus berjuang lawan sobat!