eindejaarepiloog

Januari 8, 2012

“mungkin juni emang bukan bulan lo, seperti halnya mei bukan bulan gw”

(arh, 2011)

tadinya ucapan itu hanya gw anggap hiburan semata sahabat gw tentang misfortune yang kebetulan menimpa masing-masing kira di bulan tersebut. ternyata lebih dari itu. 2011 adalah tahun yang memorable, meskipun bukan termasuk tahun yang menyenangkan, malah cenderung penuh drama dan celoteh-celotehan galau. ada banyak yang terjadi di taun 2011, sebagian akan gue ceritakan.

taun ini pendidikan gw diselingi dengan jatuh bangun mengurus pelantikan lulusan dokter. dari mulai mengetuai seminar bidan day yang notabene berhubungan dengan bidan-bidan judes, mahasiswa akbid-akbid dan juga departemen paling rempong se-fkui-rscm, dan ikut mbantuin seminar symcard untuk nyari dana pelantikan lulusan dokter. thanks tim racun bidan day, dan symcard, we all have been in a great team.

taun ini juga gw  memimpin salah satu divisi pld paling kontroversial dari semua divisi, divisi hubungan masyarakat. yep, divisi yang kerjanya ga keliatan, kalo bener gaada yang tahu tapi kalo ada yang salah, idung kita yang ditunjuk pertama. kerjaan divisi yang lebih mirip blackops utk lobi-lobi rahasia, dan mempercepat dokumen dalam birokrasi. dari pujian dan terima kasih orang-orang yang tau persis kerjaan kami hingga umpatan dan omongan dibelakang yang merasa dirugikan, terima kasih gw ucapkan. khususnya abhirama, fahreza, paul, gregorius yang selalu menjadi lingkar inti keputusan-keputusan humas, baik itu keputusan populer maupun keputusan sulit, brofist all . trims juga untuk david, joseph, ferdi, yoshua, suria, handoyo, steven, dan (alm) W (kita semua membawa mimpi dan cita-cita lo W!) yang tanpa mereka mungkin ukdi, str, dan internship @fkui2006 entah apa nasibnya.

taun ini gue mewujudkan dua resolusi awal taun gue, dengan sukses apply untuk stase elektif di belanda sekaligus ngewujudin mimpi backpacking euro gue. groningen adalah titik balik gue dan disana banyak keputusan besar yang gue renungkan. dari amsterdam, berlijn, praha, bratislava, budapest, ljublana, milan, barcelona sampe mele, ummy, darrell, ami, eva, lora, mbah yono trims untuk 2 minggu berharga di eropa!

taun ini gw lulus sebagai dokter setelah jungkir balik lima taun di sekolah kedokteran, ujian-ujian yang bikin begadang dari mulai ujian, paper tiada akhir yang berbuku-buku, hingga shift jaga malam yang lebih sering bikin tidur berdiri. i owe you all the roller coaster this 5 years lately, @fkui2006, civitas, senat mahasiswa, tim bola fkui, semuanya. terima kasih ayah bunda, akhirnya kita punya dokter di hadinoto dan dwidjosoesastro!

taun ini gue putus, entah kenapa ini menginduksi semua sahabat-sahabat gue. agak pahit, tapi tokh ada yang pelajaran yang bisa dipetik dan besok tokh selalu ada hari yang datang untuk harus dimenangkan. don’t know what future holds, jadi mari kita nikmati masa-masa early life crisis masing2. have a blastin year ahead mate, and enjoy the ballads. terima kasih untuk semuanya koala malas.

dan salutasi yang paling terakhir di 2011 gue berikan untuk geng kopi sore mas ais, beki, kuple, nosa. dari mulai petualangan, jalan-jalan pantai, naik gunung yang disponsori wrangler dan avtech, rally foto yang tidak terhitung, perjamuan kudus, i lost counting, ga ngerti lagi apa jadinya taun 2011 kalo ga ada kalian.

gue ga tau apa yang akan terjadi di taun 2012 ini, bahkan belum sempat menyusun the so called resolusi 2012.. apapun itu, semuanya udah ditutup disini, selamat datang taun yang ditunggu-tunggu,semoga taun ini menjadi taun yang menyenangkan untuk dijalani:))

***

igd rsd kab bekasi, 31 desember 2011

Iklan

groningen untuk satu bulan

Agustus 16, 2011

baiklah. entah gue dapet wangsit apa, pada januari 2011 silam gue sekonyong-konyong mendapat ilham untuk melakukan modul elektif klinik di luar negeri. dan dari sekian banyak kemungkinan, entah kenapa gue melabuhkan pilihan ke negeri belanda. kenapa belanda? macem-macem alasannya. dari mulai yang asal-asalan seperti – pengen ngganja jalan-jalan keliling eropa, males nganggur di jakarta, galau kabur dari realita, bisa bahasanya tapi kurang nyali ngomonginnya. hingga yang paling bener: jumlah orang indonesia terbanyak selain di asean dan australia, ada banyak sodara di sini, negara dengan penduduk paling bersahabat,  rekomendasi konsulen dan senior, hingga yang paling penting: ego pribadi 😉

ada tiga kemungkinan – ikutan cimsa yang murah dan dikasih uang saku, ortopedi di ovlg amsterdam warisan bang kani, dan urologi di umcg groningen. semuanya susah diterimanya, bahkan ifmsa nl dengan cepat menutup kemungkinan sehingga gue gak mungkin ikutan via cimsa. dan berbekal bismillah akhirnya gue memilih untuk fokus mengerjakan persyaratan groningen. persyaratannya cukup suli (lebay), ada seleksi curiculum vitae, motivation letter, dan pastinya essai-essai, serta harus ada keturunan suriname. dan akhirnya gue diterima! langsung jalan jongkok sampe fkui gue hahaha, dan sekarang gue menulis blogpost ini dari groningen 😀 groot!

ada beberapa hal yang harus diperhatikan, untuk anda-anda mahasiswa fkui yang ingin mendapatkan kesempatan elektif ke luar negeri, khususnya belanda:

  • tulis curriculum vitae, kebiasaan buruk mahasiswa adalah baru membuat ketika ditugaskan/disuruh. salah besar bro! buat sekarang juga,  ga perlu merasa minder cv masih tipis isinya karena update bisa belakangan sembari ikut seminar/kepanitiaan atau nulis publikasi jurnal/tulisan ilmiah. udah gitu, di eropa cv sudah menjadi semacam iklan diri sendiri. dan iklan cuma dilihat kalau informatif dan menarik. jadi bikin cv yang rada niat – buat di publisher, jangan kelewat plain kayak buatan ms word.
  • latihan menulis ilmiah/populer, bukannya apa-apa tapi tulisan ilmiah yang bagus ga kayak nulis chicklit. butuh latihan berulang-ulang dan penguasaan wawasan yang luas. jadi mulai belajar nulis aja sukur-sikur berani masukin ke koran (minimal koran kampus deh). tulis sebanyak-banyaknya, dengan topik beragam, dan jangan lupa untuk mengarsip tulisan kalian. ini akan sangat membantu ketika kalian membuat motivation letter dan essai
  • dekati loco cimsa/ismki maupun iro fkui, perlu diketahui cimsa membuka pendaftaran tiap tahun untuk keberangkatan taun depannya tapi pendaftarannya cuma seminggu dan kadang publikasinya kurang merata. ismki juga ga jauh beda, bedanya ismki 6 bulan sebelum keberangkatan dan lebih ke arah summer school cuma lebih parah publikasinya. kalo mau yang tatanan hubungannya tingkat fakultas, bisa coba ke international relation office fkui karena disana dibuka kesempatan elektif di newcastle uni, leiden uni, dan maastricht serta kesempatan twinning programme di newcastle dan melbourne uni.
  • cari sendiri di web fk universitasnya, kalo yang ini khusus buat yang modal nekat kayak gue. lo bisa cari list universitas di suatu negara yang mempunyai fakultas kedokteran. dari situ, lo semua bisa kunjungi websitenya dan tanya langsung ke international officenya apakah mereka punya program elektif klinik atau nggak. dari sini gue berhasil tau beberapa uni yang diluar cimsa/ismki/iro fkui yang mungkin cukup menggoda kalian seperti universitas bristol, manchester, glasgow, hamburg, graz, dan tentunya yang gue daftar sendiri ini, groningen.
  • rencanakan dengan baik, butuh drive yang tinggi dari seseorang untuk mau keluar dari perbatasan negaranya sendiri untuk mengejar ilmu. pastikan itu semua ada dalam lo semua, dan diwujudkan dengan perencanaan yang baik:)

sekian curhat/tips sejenak yang ditulis kala summer yang dingin banget ini. semoga bermanfaat kawan! salam

groningen city plan

Setelah selesai visite pasien, lembar status pasien itu mulai kuisi di bagian paling atas:

“tuan S, 58 tahun, datang dengan keluhan nyeri kuadran kanan atas abdomen sejak 1 bulan lalu.”

sejenak tulisan tangan gw berhenti. tertegun

***

mari kita lihat mundur sejenak. hari ini adalah orientasi gw di departemen ilmu penyakit dalam RSCM, dengan pemicu edema alias bengkak. setelah rangkaian diskusi yang mencerahkan, akhirnya tiba pula bagian paling serunya: kerja klinik di bangsal.

dari diskusi sebelumnya, gw berhasil mendeterminasi bagaimana cara menyingkirkan keterlibatan organ dalam diagnosis diferensial bengkak; tanyakan sesak, bunyi napas, alergi, riwayat asma, riwayat merokok, riwayat kontak TB,  dll untuk menyingkirkan keterlibatan paru, dst. dari catatan kecil ini gw bersama rombongan scut monkey lainnya ini memberanikan diri meng-anamnesis dan memeriksa fisik salah satu pasien bangsal: tuan S.

setelah selesai, kumpullah kita semua di ruang jaga dokter untuk berdiskusi – membahas hasil anamnesis.

***

tulisan lalu gw lanjutkan ke riwayat penyakit sekarang. Pasien mengeluh berat badannya turun, nafsu makan memburuk, kulit makin menguning, dan bengkak makin buruk di kedua kaki. Pasien  mengeluhkan muntah berwarna merah dan buang air besar berwarna hitam.

Tulisan berlanjut terus hingga pada pemeriksaaan fisik gw harus menuliskan: pitting edema tungkai +/+, caput medusae (+), venektasis (+), hepar lobus dekstra teraba 5 jari di bawah arkus costae, hepar lobus sinistra teraba 4 jari dibawah prosesus xiphoid. terdapat bruit hepar.

gw terdiam kembali, tertengun

***

anamnesis gw masih berantakan. meskipun keterlibatan organ lain sudah disingkirkan, masih kurang beberapa temuan esensial yang harusnya ada pada pasien ini untuk menegakkan diagnosis. tanpa tedeng aling-aling, dokter residen pun menyuruh gw kembali memeriksa pasien. dengan langkah setengah malas, akhirnya gw kembali ke bangsal.

tidak ada senyum yang terkembang, hanya wajah yang tabah mengharap mukjizat.  basa-basi dilancarkan dan akhirnya pemeriksaan yang kurang pun selesai dilakukan. tadinya gw kira sore ini akan gw tutup dengan biasa-biasa aja sampai ketika gw mohon diri ada yang mengait tangan gw. sebuah tangan renta dan isakan terbata-bata

“tolong saya dok, saya ingin sembuh dan tetap hidup!”

***

satu setengah jam. gw ga pernah menghabiskan waktu selama ini untuk melengkapi status pasien. setengahnya lebih gw habiskan untuk merenung, selalu terngiang pesan dokter residen sebelum gw kembali memeriksa pasien ini;

“Berlaku baiklah sama pasien ini, dia didiagnosis hepatoma stadium lanjut. Sisa hidupnya tidak akan lebih dari dari 2 bulan.

***

(dari catatan semasa orientasi klinik, FCP RSCM, september lalu)

kemarin gw pergi ke puskesmas kecamatan cipayung, sebagai salah satu tugas dari modul ilmu kedokteran komunitas FKUI, yang sedang gw jalanin. Tugasnya sederhana, amati dan nilai program-program yang dijalankan oleh puskesmas tersebut.

Tadinyagw rasanya males banget karena gw kira bakal ngebosenin banget di puskesmas terlebih lagi puskesmasnya jauh gile bos! puskesmas kecamatan cipayung ada di jalan lubang buaya, deket museum pancasila sakti. tapi itu semua berubah ketika gw ngeliat langsung pemaparan puskesmas.

***

Puskesmas adalah tangan paling pertama yang menghubungkan rakyat dengan salah satu hak azasinya: kesehatan. Di perkotaan mungkin puskesmas  dipandang sebelah mata, tapi di pedesaan puskesmas udah layaknya sentra bagi sebuah wilayah. Disitu strategi pembangunan dibicarakan dan diejawantahkan.

Sebagai info aja, biaya berobat di puskesmas adalah Rp. 2000,00 per visit, dengan biaya obat sekitar Rp. 4000 s.d. 10.000 untuk penyakit apapun.  Jangan dibandinkan dengan RS Internasional yang bertebaran di Jkt yang sekali visitnya bisa mencapai Rp. 400.000,00. Tapi mungkin, bahkan biaya berobat yang seharga teh botol kotak di Alfa Mart itu ga akan mampu dibayar oleh warga miskin di daerah terpencil.

Apa yang bisa gw lakukan? Belum semua penduduk Indonesia tercover asuransi kesehatan. Sedangkan kesehatan Indonesia (gw bicara rakyat Indonesia secara keseluruhan ya, bukan penghianat2 yang lebih memilih berobat ke luarnegeri dan memaki2 sejawat2 gw yang berpraktik di dalam negeri) ternyata dipegang oleh sekumpulan orang menyedihkan bergaji 2000/visit dan senyum dari guratan pekerja kasar yang (bahkan) tak mampu membayar 2000 perak. Dan mereka mampu BERTAHAN!

Sejenak gw geram! Karena gw jadi tau betapa kesehatan menjadi sektor yang ditinggalkan dalam pembangunan. Tapi mata gw jadi terbuka, kalo ternyata memang ujung tombak kesehatan Indonesia bermata di puskesmas. Jika kita ingin memeratakan hak kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, maka puskesmaslah tempat kita memulai.

Dokter-dokter terkenal memulai karir mereka sebagai kepala puskesmas. Dan gw tau, jika Indonesia ingin sehat, maka jalan terbaik adalah bukan menjadi spesialis (saja). Tapi tau apa itu primary care, tau bagaimana medan primary care, dan tau SIAPA yang kita obati. Karena itu, sebelum gw melangkah lebih jauh untuk berbakti di dunia kesehatan Indonesia, Gw pengen jadi kepala puskesmas! Gw akan jadi kepala puskesmas!

Semoga seluruh mahasiswa kedokteran berpikiran sama. Hidup rakyat Indonesia!