ghazal pertama

April 13, 2011

bagai roti dari mesir sajakku
malam berlalu dan roti itu tak termakan lagi olehmu
lahaplah disaat masih segar baru
sebelum dilekati debu
tempatnya adalah dalam hangat iklim hati
di dunia, karena dingin ia pun mati
bagai ikan gemetar ia sejenak di tanah kering
sebentar kemudian kau lihat ia pun dingin

bagai roti dari mesir cintaku,
malam berlalu dan roti itu tak terkecap lagi olehmu
walau kau makan seakan membayangkan baru
yang berlalu adalah milik abu
yang kamu serap lahap hanyalah bayang anganmu
jadi cerita tak berbalas, cintaku

****

jadi ceritanya gue lagi membuka buku usang penuh dengan catatan harian masa lampau. dan sekonyong-konyong muncullah ghazal pertama jalaluddin rumi. sekali membaca berhasil membuat gue merinding. tiga kali baca berhasil membuat gue pingsan. tanggal tertulis

ironis. mari kita loncat tebing bersama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s