something near future

April 7, 2011

dulu sekali gue pernah baca blog senior gue angkatan 2003, waktu itu dia sedang menyelesaikan dinasnya sebagai pegawai tidak tetap aka ptt depkes di papua. banyak sekali pandangan dan pengalaman yang dia tuliskan darisana. bagaimana dia menunda masuk residen (ato bahkan gamau sama sekali? whatever) dan keinginan untuk tetap keliling dunia luar. tidak sedikit pembaca yang memberikan tanggapan positif, tapi ada juga yang menanggapinya skeptis dan sinis. salah satu tanggapannya,

“mau dapet duit gimana kalo ga jadi spesialis?”

***

gue bisa paham perasaan penulis waktu dia menulis post itu. gue juga termasuk orang yang agak trenyuh mengetahui ternyata dapet duit dengan titel yang gue dapatkan selama enam tahun ini sangatlah susah, apalagi di belantara jakarta. ketua angkatan gue sempat menulis notes di facebook yang isinya bertanya hal yang kurang lebih sama. “akan dimanakah kalian setelah lulus”. pertanyaan yang seperti ini memang terkadang membuat gue merenung.

mari berhitung matematika. gue lulus dua puluh tiga, kelar internship dua puluh empat. jika ambil ptt paling nggak dua puluh enam selesai. dua puluh delapan baru masuk residen. kontras banget dengan kalo abis klaar internship langsung ambil spesialis. tiga tahun hemat.

bagaimanapun juga gue termasuk pendukung dinas ptt, mau setelah dr umum maupun spesialis. gue pengen tau rasanya jadi kepala puskesmas. singkatnya gue pengen liat indonesia dari jarak paling dekat! pengen ngeliat bagaimana nilai kearifan lokal membangun karakter indonesia. gue ingin pulang praktek bisa melihat masyarakat, atau trekking sambil menghirup napas dalam-dalam. pengen setelah kerja lapangan bisa berburu kelinci liar. pengen menikmati hidup selugas mungkin. into the wild, as what men are fitted to be.

tidak perlu jauh-jauh untuk mencari penentang ide ini, karena orang pertama yang menentang adalah ayah saya sendiri.

terkadang kita memang musti berjudi dengan waktu.

Iklan

One Response to “something near future”


  1. gue salah satu dari mungkin segelintir orang yang punya pikiran kurang lebih sama seperti lo. Di karir gue sbg psikolog klinis nantinya, menjadi kaya tampaknya adalah tujuan yang sangat-sangat jauh. Tentu tetap ada pilihan untuk beralih ke perusahaan terkemuka dan berkecimpung jadi HR di sana.

    Tapi entah kenapa gue punya beberapa pikiran lain soal masa depan dan karir yg gue inginkan nanti setelah lulus (yang sebetulnya smp detik ini masih menjadi disonansi buat gue). Gue ingin mengajar, gue ingin menyebarkan ilmu gue di belahan lain Indonesia yang gue tahu masih sangat sedikit orang yang tahu tentang ilmu yang gue geluti sekarang. Dan dalam berpraktek pun, gue ingin menolong orang di belahan-belahan lain Indonesia, bukan Jakarta.

    Jakarta sudah terlalu penuh buat gue. Gue ingin melihat Indonesia dengan mata kepala gue sendiri. Bukan lewat apa yang gue baca dan gue nikmati melalui kotak kaca.

    Tapi ya, kurang lebih sama, gue berjudi dengan waktu juga.

    #edisikomenggantung

    – D! –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s