Setelah selesai visite pasien, lembar status pasien itu mulai kuisi di bagian paling atas:

“tuan S, 58 tahun, datang dengan keluhan nyeri kuadran kanan atas abdomen sejak 1 bulan lalu.”

sejenak tulisan tangan gw berhenti. tertegun

***

mari kita lihat mundur sejenak. hari ini adalah orientasi gw di departemen ilmu penyakit dalam RSCM, dengan pemicu edema alias bengkak. setelah rangkaian diskusi yang mencerahkan, akhirnya tiba pula bagian paling serunya: kerja klinik di bangsal.

dari diskusi sebelumnya, gw berhasil mendeterminasi bagaimana cara menyingkirkan keterlibatan organ dalam diagnosis diferensial bengkak; tanyakan sesak, bunyi napas, alergi, riwayat asma, riwayat merokok, riwayat kontak TB,  dll untuk menyingkirkan keterlibatan paru, dst. dari catatan kecil ini gw bersama rombongan scut monkey lainnya ini memberanikan diri meng-anamnesis dan memeriksa fisik salah satu pasien bangsal: tuan S.

setelah selesai, kumpullah kita semua di ruang jaga dokter untuk berdiskusi – membahas hasil anamnesis.

***

tulisan lalu gw lanjutkan ke riwayat penyakit sekarang. Pasien mengeluh berat badannya turun, nafsu makan memburuk, kulit makin menguning, dan bengkak makin buruk di kedua kaki. Pasien  mengeluhkan muntah berwarna merah dan buang air besar berwarna hitam.

Tulisan berlanjut terus hingga pada pemeriksaaan fisik gw harus menuliskan: pitting edema tungkai +/+, caput medusae (+), venektasis (+), hepar lobus dekstra teraba 5 jari di bawah arkus costae, hepar lobus sinistra teraba 4 jari dibawah prosesus xiphoid. terdapat bruit hepar.

gw terdiam kembali, tertengun

***

anamnesis gw masih berantakan. meskipun keterlibatan organ lain sudah disingkirkan, masih kurang beberapa temuan esensial yang harusnya ada pada pasien ini untuk menegakkan diagnosis. tanpa tedeng aling-aling, dokter residen pun menyuruh gw kembali memeriksa pasien. dengan langkah setengah malas, akhirnya gw kembali ke bangsal.

tidak ada senyum yang terkembang, hanya wajah yang tabah mengharap mukjizat.  basa-basi dilancarkan dan akhirnya pemeriksaan yang kurang pun selesai dilakukan. tadinya gw kira sore ini akan gw tutup dengan biasa-biasa aja sampai ketika gw mohon diri ada yang mengait tangan gw. sebuah tangan renta dan isakan terbata-bata

“tolong saya dok, saya ingin sembuh dan tetap hidup!”

***

satu setengah jam. gw ga pernah menghabiskan waktu selama ini untuk melengkapi status pasien. setengahnya lebih gw habiskan untuk merenung, selalu terngiang pesan dokter residen sebelum gw kembali memeriksa pasien ini;

“Berlaku baiklah sama pasien ini, dia didiagnosis hepatoma stadium lanjut. Sisa hidupnya tidak akan lebih dari dari 2 bulan.

***

(dari catatan semasa orientasi klinik, FCP RSCM, september lalu)

selamat jalan mbah surip!

Agustus 5, 2009

ga nyangka banget, padahal baru aja gw liat spanduk show mbah surip di hugo’s cafe bertanggal 1 agustus di jogjakarta.. tapi sekarang berita yang ada di tv nasional malah sesuatu yang ga gw duga: alm. Urip Ahmad Ariyanto telah berpulang ke Ramatullah

yap, emang ternyata takdir berkata lain..  ucapan selamat tinggal memang selalu datang lebih cepat.. semoga Allah melapangkan kuburmu dan menyayangimu selalu hingga yaumul akhir.. only the greats die young HA HA HA

kemarin gw pergi ke puskesmas kecamatan cipayung, sebagai salah satu tugas dari modul ilmu kedokteran komunitas FKUI, yang sedang gw jalanin. Tugasnya sederhana, amati dan nilai program-program yang dijalankan oleh puskesmas tersebut.

Tadinyagw rasanya males banget karena gw kira bakal ngebosenin banget di puskesmas terlebih lagi puskesmasnya jauh gile bos! puskesmas kecamatan cipayung ada di jalan lubang buaya, deket museum pancasila sakti. tapi itu semua berubah ketika gw ngeliat langsung pemaparan puskesmas.

***

Puskesmas adalah tangan paling pertama yang menghubungkan rakyat dengan salah satu hak azasinya: kesehatan. Di perkotaan mungkin puskesmas  dipandang sebelah mata, tapi di pedesaan puskesmas udah layaknya sentra bagi sebuah wilayah. Disitu strategi pembangunan dibicarakan dan diejawantahkan.

Sebagai info aja, biaya berobat di puskesmas adalah Rp. 2000,00 per visit, dengan biaya obat sekitar Rp. 4000 s.d. 10.000 untuk penyakit apapun.  Jangan dibandinkan dengan RS Internasional yang bertebaran di Jkt yang sekali visitnya bisa mencapai Rp. 400.000,00. Tapi mungkin, bahkan biaya berobat yang seharga teh botol kotak di Alfa Mart itu ga akan mampu dibayar oleh warga miskin di daerah terpencil.

Apa yang bisa gw lakukan? Belum semua penduduk Indonesia tercover asuransi kesehatan. Sedangkan kesehatan Indonesia (gw bicara rakyat Indonesia secara keseluruhan ya, bukan penghianat2 yang lebih memilih berobat ke luarnegeri dan memaki2 sejawat2 gw yang berpraktik di dalam negeri) ternyata dipegang oleh sekumpulan orang menyedihkan bergaji 2000/visit dan senyum dari guratan pekerja kasar yang (bahkan) tak mampu membayar 2000 perak. Dan mereka mampu BERTAHAN!

Sejenak gw geram! Karena gw jadi tau betapa kesehatan menjadi sektor yang ditinggalkan dalam pembangunan. Tapi mata gw jadi terbuka, kalo ternyata memang ujung tombak kesehatan Indonesia bermata di puskesmas. Jika kita ingin memeratakan hak kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, maka puskesmaslah tempat kita memulai.

Dokter-dokter terkenal memulai karir mereka sebagai kepala puskesmas. Dan gw tau, jika Indonesia ingin sehat, maka jalan terbaik adalah bukan menjadi spesialis (saja). Tapi tau apa itu primary care, tau bagaimana medan primary care, dan tau SIAPA yang kita obati. Karena itu, sebelum gw melangkah lebih jauh untuk berbakti di dunia kesehatan Indonesia, Gw pengen jadi kepala puskesmas! Gw akan jadi kepala puskesmas!

Semoga seluruh mahasiswa kedokteran berpikiran sama. Hidup rakyat Indonesia!

?

Juni 23, 2009

Pukul 06.30 – Kantin Parasitologi

Tanda tanya sering digunakan dalam komik tintin sebagai tanda kaget. Kaget yang ga sama dengan kaget yang menggunakan tanda seru (kalo lo perhatiin di Tintin ya..). Kenapa beda? karena tanda tanya digunakan untuk memperlihatkan keadaan yang tidak seharusnya terjadi, kaget karena hal-hal yang sebegitu anehnya, kaget karena bertanya kenapa ini bisa sampai terjadi..

Kenapa? mungkin itu pertanyaan paling sering kita tanyakan untuk hampir semua kejadian yang ada di hidup kita. Untuk alasan apapun, untuk keinginan apapun.

Kenapa? Kenapa bisa berjalan? Kenapa bisa jatuh? Kenapa bisa bangkit? Kenapa manusia bisa luka? kenapa bisa sembuh? kenapa bisa berjuang? kenapa bisa menangis? kenapa bisa jatuh cinta? kenapa bisa bertahan?

Gw sekarang duduk di tingkat III FKUI, tahun terakhir kuliah preklinik di FKUI sebelum bulan agustus nanti gw memulai koas. Pertanyaan-pertanyaan di atas bisa gw jawab dengan tepat, menurut ilmu fisiologi,  tentang kinesiologi dan sistem homeostatis.. Tapi gw lagi-lagi gagal menjawab. Kenapa sistem tubuh menyetir tubuh untuk melakukan hal di atas?

  • Bagaimana kamu mendeskripsikan jatuh cinta? Pelepasan neurotransmitter serotonin dan dopamin secara simultan di otak atas stimuli fisik maupun mental.
  • Bagaimana kamu mendeskripsikan patah hati? penghentian mendadak sekresi serotonin dan dopamin menimbulkan efek ‘putus obat’, serta pelepasan berbagai mediator inflamasi.
  • Bagaimana kamu mendeskripsikan bertahan dari tekanan hati? aktivasi mekanisme defensi, peningkatan kesiagaan terhadap tekanan (alert to stress) melalui pelepasan adrenalin dan glukokortikoid secara gradual.
  • Bagaimana kamu mendeskripsikan tetap mencintai seseorang meskipun kamu digantung atau dipermainkan? Ambilan memori secara otomatis dan bersifat hipnotis dari sistem limbik, dilanjutkan dengan rebound pelepasan serotonin serta pelepasan glukokortikoid secara eksesif.

Kenapa tubuh gw melakukan itu semua ke diri gw sendiri? padahal gw ga memerintahkan?

Bagaimana kira-kira rasanya, dibutuhkan, harus selalu ada, merasakan kesukaran dan kesenangan bersama-sama, direpotkan dan merepotkan, dihibur dan menghibur, terluka dan melukai, karena orang lain bukan untuk alasan apa-apa? entah tidak tahu alasannya, entah pura-pura tidak tahu alasannya, entah memang tidak ada sama sekali alasannya?

gw tau gw kesakitan, ketidakjelasan itu menyakitkan, kenapa gw masih tersenyum?
manusia yang aneh..

selamat ulang tahun ke-21 Herjuno Ardhi =)