a brief eurotrip tips

Oktober 21, 2011

oke. gw yakin para pencinta travelling di indonesia sudah cukup sering membaca buku-buku travelling yang pernah ditulis oleh senior kita seperti mbak (atau tante?? hehe) trinity naked traveller, noneSee couchsurfing, atau marina silvia 6bulan 1000 dolar – no male traveller? that somehow tickles jadi sebenernya tips/guide yang gue tulis gaakan ada apa-apanya dibanding mereka. tapi bagaimanapun laporan pandangan mata selalu unik dan menarik bukan? silaken disimak sedikit pengamatan travelling saya

tentang bawaan: koper vs ransel

travelling atau backpacking tidak harus selalu memakai backpack/carrier segede-gede gaban yang ngeliatnya aja udah bikin pundak pegel. yang perlu kita perhatikan dalam travelling adalah, kita aware dan tepat guna dengan apa yang kita bawa. ga kebanyakan bawa baju (apalagi sepatu), karena ga semuanya kita pakai, apalagi bawa barang-barang yang gaada hubungannya sama travelling kita.

dalam banyak kesempatan gue lebih suka travelling menggunakan ransel daripada koper. bukan biar keliatan keren kayak backpackers, tapi karena “value for money”-nya. memakai ransel berarti olahraga gratis, harganya lebih murah, mobilitas lebih tinggi, dan, yang lebih penting, ga perlu bayar bayar biaya bagasi di budget airline eropa (bisa sampai 25 euro per rit! ).

gue punya 3 ransel, untuk 3 kepentingan berbeda, ransel 20 L, carrier consina 40 L, dan carrier avtech boogaboo 80 L. gue lebih banyak memakai yang nomer 2 karena ukurannya yang just perfect dan paling memenuhi kriteria value for money di atas, itu juga ransel yang gue pake di eurotrip 2011 kemarin. yang pertama gue pake untuk harian ke kampus, sedangkan yang terakhir lebih utk kepentingan hiking. so choose your gear right =)

bratislava

travelling with my 40 L carrier. taken in front of possonium hostel, bratislava, trip day 7

tentang makanan: bisa masak itu anugrah!

banyak yang menilai kemampuan memasak itu bagi laki-laki adalah kemampuan banci, dan bagi perempuan adalah keahlian ibu-ibu yang ntaran aja belajarnya (menyedihkan memang perspektif generasi gue *hiks). padahal kalo dipikir-pikir kmampuan ini menawarkan banyak keuntungan, selain banyak masakan gosong karya sendiri, bagi kita semua

bukan apa-apa! harga satu meal di eropa sekitar 12 euro di restoran reguler, 7 euro di restoran cepat saji, dan sialnya disana ga ada warteg ataupun warung padang! terlebih lagi setiap hostel di eropa mempunyai dapur super lengkap yang sayang kalo ga dimanfaatin.  harga sekantong roti (yang tebelnya kayak gabus), daging fillet, dan telor setengah lusin harganya ga lebih dari 3 euro, dan bisa jadi 6 tangkup sandwich. bargain? pastinya!

waktu makan adalah waktu dimana hampir semua traveller berkumpul di dapur untuk masak, dan bisa memasak adalah atraksi menyenangkan untuk berbagi kebudayaan dengan sesama traveller lain. gue sering dapet makan malam gratis dari sini hehe, kapan waktu salad tuna + red wine dari baptiste, atau mexican mashed potato dari garrido. gue sendiri? gado-gado, rendang, en omelet (tanpa jakay hehe) cukup digdaya!

gado-gado darurat

gado-gado dengan bahan chineesemarkt yang pedesnya aneh, tapi akhiirnya disyukuri juga, taken at den haag

mashed potato with chicken fillet, hasil eksperimen sama tomasz, taken at prague

omelet eksperimen + rendang bekel dari syife + teri kacang buatan tante, taken at budapest

tentang transportasi: railpass vs tiket ketengan

call me tight, but i really calculate and compare between those two modalities hehe. eropa itu besar tapi negaranya rata-rata cuma seukuran jawa tengah sampe sumatra selatan jadi bepergian dengan kereta selalu lebih superior (menurut gue yaa) daripada pesawat. dan bicara tiket kereta, gaakan pernah lepas dari perdebatan antara tiket terusan (railpass) vs ketengan.

dan pemenangnya adalah tiket ketengan! railpass mahal banget dan, subjectively,  cuma berguna kalo kalian bepergian dalam satu negara bukan antar negara. railpass baru terasa sedikit meringankan ketika dipakai di negara eropa barat. eropa tengah dan timur? rugii deh. terlebih lagi kalo kalian memperhatikan penawaran yang murah dari europaspeziale deutsche bahn dan sporotiket czeske drahy. tiket antar kota di eropa tengah cuma 30 euro dan eropa timur cuma 10 euro rata-rata. bargain? pastinya!

err, gue lupa moto tiket kereta bratislava-budapest yang cuma 8 Euro itu, sebagai gantinya, nih aye kasi liat tiket UEFA CL barcelona-ac milan, taken at barcelona

tentang diskon: celah-celahnya

kata mbak trinity, masa-masa travelling tidak terhingga itu adalah bukan saat kita udah kerja dan punya duit berlimpah, tapi justru pada saat masih mahasiswa. bukan karena waktunya aja yang berlimpah (err.. medical student? cuek!) tapi juga karena diskon-diskon yang ditawarkan untuk mahasiswa, kalo travelling ke luar negeri. bawa selalu ktm kalian dan offer-offer menarik akan selalu mudah untuk ditemui, kalo perlu muka tebel aja sok pilon nanya: do i get a discount if i show you my student id? hehe

disini celahnya. untuk temen2 yang bentar lagi lulus, sempetin bikin isic di payment.ui.ac.id karena masa berlakunya satu setengah tahun setelah dibuat. this will make you “internationally” and “legally” still a student. hence the discount huehehehe

***

mungkin itu dulu 3 hal yang gue tandai begitu bermanfaat dalam trip gue kemarin. improvisasi dikit lah untuk membuat perjalanan kalian bermakna=)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s