lost in Central Java (part 2)
September 6, 2009
Leaving Jogjakarta
kami pun meninggalkan jogja pagi-pagi sekali setelah solat Subuh agak siang setelah insiden kecil pagi hari dan sarapan terlebih dahulu. yep, jalanlah kita ke terminal jombor sebelum akhirnya numpang Bis ke Semarang terus sambung ke Kudus.
perjalanan ke Semarang lebih mirip wahana rollercoaster Dufan daripada sebuah perjalanan bus pada umumnya. bedanya yang satu pake rel dan satunya nggak, dan lo cukup membayar 18000 perak aja . logika ini diperkuat dengan hal-hal yang saya alami, yaitu:
- coba dibayangin aja bus segede gaban berjalan dengan kecepatan 80 km per jam counter traffic, cuma 2 jalur dengan lajur arah lo penuh sesak sepanjang ada kali 5 kilometeran…
- bus ini tidak pernah menginjak rem sampai berhenti kecuali ketika masuk terminal..
yep, akhirnya emang kita sampe juga di terminal terbesar di semarang.. apalagi kalo bukan terminal terboyo.. dan perjalanan kita ke kudus ga jauh beda haha..
Kudus-Pati: Karesidenan yang bernapas lewat sigaret
yop, gw naik patas seharga Rp.7000 per rit untuk mencapai kota kampungnya Naila ini.. oke, bis ga lewat pusat kota Kudus alias Simpang tujuh sehingga kita harus jalan kaki kira-kira 1,5 kilometer dari simpang tujuh. PR banget kan? haha, nih kira-kira denah perjalanan kaki kita di kota Kudus!
kami berjalan lagi ke sebuah toko sigar yang terkenal (mungkin ga terlalu terkenal tapi gw pernah ke sini dalam perjalanan sebelumnya..) bernama Sumber Santoso.. saking gilanya disini kami membeli 7 bungkus kretek yang dihabiskan berempat dalam 2 hari hahaha
Selanjutnya kita sempat keliling di alun-alun kota dan tentunya makan Soto Kudus!!! sebelum akhirnya dijemput agit untuk bermalam di Pati
Final Destination: Semarang!
perjalanan yang cukup singkat namun memakan hampir 200 km ini akhirnya kita sudahi di semarang.. Cuma sedikit sih yang sempet dilihat dalam waktu 2 hari. Kita pergi ke waterboom van semarang yaitu Water Blaster yang ada di Candi, well, di sinilah akhirnya mental kita berempat retard hinggamuncul sisi childish kita berempat hahaha..
habis dari water blaster kita langsung ke Gombel untuk menikmati malam terakhir di Semarang dengan scenery yang gw yakin ga bisa lw semua lihat di Jakarta.. yep. End of the road. Kita kemudian pulang ke Jakarta naik Senja Utama, ke Jakarta!! happy ending=D
